Desa Trunyan Kintamani – Keunikan, Lokasi dan tiket masuk

  • Bagikan
Desa Trunyan Kintamani - Keunikan, Lokasi dan tiket masuk

Pada saat berkunjung ke Kintamani Bali, alangkah sayangnya bila kita tidak singgah ke Desa Trunyan Kintamani Bali. Masalahnya posisi Desa Trunyan ini sebagai salah satu desa adat paling tua di Pulau Dewata. Berada di tepi timur Danau Batur, bila mengunjungi desa ini, kita harus memakai perahu tradisional dengan menyusuri lereng Bukit Abang, di tepi Danau Batur kurang lebih 45 menit.

Dalam perjalanan dengan perahu motor kecil ke arah lokasi, kita disajikan pemandangan yang begitu indah. Kelihatan hamparan keindahan gunung sebagai penunjang wisata Gunung Batur. Di kakinya terlihat membiru air Danau Batur yang memesona.

Ditambah lagi sapuan halimun tipis dan usapan sepoi-sepoi udara dingin. Panorama alam jadi kelihatan asri tetapi terpencil, seakan membuat nuansa mistis tertentu atas desa Trunyan ini.

Keunikan Desa Trunyan Kintamani

Keunikan Desa Trunyan, tidak saja dapat dilihat pada praktek keagamaan Hindu-Trunyan sebagai varian Hindu-Bali, tetapi di sini juga dapat dilihat tradisi pemakaman yang unik. Yang lebih dikenal sebagai Mepasah, mode pemakaman ini sudah dilaksanakan sejak turun-temurun.

Desa Trunyan Kintamani - Keunikan, Lokasi dan tiket masuk

Di Desa Trunyan, mayat tidak pernah dibakar lewat ritual Ngaben seperti biasanya di Pulau Bali. Di sini mayat sengaja didiamkan membusuk di atas tanah dangkal berupa cekungan panjang di bawah pohon. Yang dikenal dengan nama Mepasah.

Makna Mepasah di Desa Trunyan

Berbicara tentang Mepasah, sebetulnya pemakaian kata pemakaman atau penguburan adalah sebuah kontradiksi interminus. Masalahnya kata makam atau kubur selalu mempunyai konotasi, dimasukkan ke tanah. Sedang, adat warga Trunyan tidak begitu.

Perbedaan Mepasah dengan ngaben di Bali bisa kita lihat, dimana Mepasah sebagai “kubur angin”; sedang Ngaben yang biasa dilaksanakan oleh warga pada umumnya di Pulau Dewata adalah sebagai “kubur api” (cremation).

Menurut Seorang antropolog asal Indonesia, James Danandjaya dalam Kebudayaan Petani Desa Trunyan di Bali menyebutkan peristiwa Mepasah ini dengan istilah “exposure”.

Sejarah Desa Trunyan Kintamani

Lokalisasi Hindu jadi Hindu-Trunyan, berawal dari cerita folklore atau mite warga Trunyan berasal dari kehadiran pohon taru menyan. Legenda penguasa Danau Batur, yakni Ratu Pingit Dalam Dasar.

Diceritakan seorang Dewi yang turun dari langit ke bumi untuk mencari tahu sumber bau harum yang dari pohon itu. Bersamaan dengan itu, seorang pangeran dari Jawa (Dalem Solo) juga tiba di desa trunyan. Sebagai legenda Dewa Paling tinggi untuk penganut Hindu-Trunyan, yakni Ratu Sakti Pancering Jagat.

Desa Trunyan Kintamani - Keunikan, Lokasi dan tiket masuk

Tidak terkecuali, berbicara asal mula penguburan Mepasah ini, kabarnya berawal dari perintah Ratu Sakti Pancering Jagat saat masih jadi raja di Trunyan. Sengaja untuk mengurangi efek harum pohon taru menyan yang menebar ke mana-mana. Kabarnya, dari kehadiran nama pohon taru menyan ini menjadi sejarah nama Desa Truyan berasal.

Pemakaman di Desa Trunyan

Menariknya, ada ketidaksamaan tehnik penguburan mayat dsini. Perbedaannya di ambil sesuai kelompok usia, status, cara kematian, dan keadaan jasad saat masyarakat Trunyan meninggal.

Mereka yang di-mepasah-kan adalah orang yang saat wafat sudah berumah-tangga, atau masih bujangan (teruna), perawan (debunga), dan anak kecil yang sudah tanggal gigi susunya (mekutus). Disamping itu, proses kematian beberapa orang ini dipandang normal atau wajar, sakit biasa atau umur tua.

Sedang yang disemayamkan adalah mereka yang saat meninggal jasadnya hancur, cacat, ada cedera yang belum pulih karena sakit tertentu seperti sakit cacar atau lepra. Disamping itu, untuk orang yang proses meninggalnya dianggap tidak wajar seperti dibunuh atau bunuh diri.

Lokasi Desa Trunyan Bali

Mengenai lokasi Desa Trunyan terletak di tepi danau Batur sebelah timur desa kintamani. Secara administratif berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali Indonesia. Dan merupakan salah satu tempat wisata yang di Bangli.

Rute Jalan dan Cara Menuju ke Desa Trunyan Bali

Banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi desa trunyan ini, maka mereka harus melewati kawasan wisata kintamani bali. Kemudian cari lokasi Dermaga Kedisan Danau Batur, kemudian anda beli tiket penyeberangan,

Atau kita juga bisa sewa perahu langsung, bila anda beramai-ramai untuk menyeberang ke Desa Teruyan.

Harga Sewa Perahu/Boat dan Tiket Penyeberangan ke Desa Trunyan Bali

Desa Trunyan Kintamani - Keunikan, Lokasi dan tiket masuk

Menuju desa trunyan, anda harus menggunanan transportasi air dengan menyewa perahu. Melintasi danau batur dengan durasi kurang lebih 20 – 30 menit hingga tiba di lokasi.

Di bawah ini adalah harga tiket perahu penyeberangan ke lokasi tempat kuburan di Desa Trunyan Kintamani Bali

  1. Rp. 1.000.000 maximal 7 orang
  2. Rp. 900.000 maximal 4 orang
  3. Rp. 750.000 maximal 2 orang

Catatan :

  • Harga di atas khusus wisatawan Domestik
  • Layanan sewa Perahu Motor ( Private Boot )
  • Maksimal Kapasitas 7 Orang/Perahu
  • Biaya tambahan Rp.100.000 untuk Turis Asing
  • Sudah Termasuk Pemakaman Desa Trunyan Bali + Donasi
  • Sudah Termasuk Guide
  • Kisaran harga di ambil dari desember 2019

Harga Tiket Masuk Desa Trunyan Bali

Tentang tiket masuk ke kawasan tempat kuburan atau pemakanan di desa trunyan sendiri, sudah termasuk ke dalam harga tiket dan sewa perahu.

Tempat Wisata yang ada di Dekat Desa Trunyan Bali

Bila wisatawan yang mau berkunjung ke desa trunyan ini, bisa sekalian melihat tempat wisata yang berada dekat lokasi wisata ini, seperti :

  1. Pemandian Air Panas Toyadevasya
  2. Mendaki Gunung Batur untuk Panorama Matahari Terbit
  3. Desa Kediasan dengan restoran dan cafe yang memberikan view gunung dan danau Batur

Selain itu kawasan wisata dekat desa trunyan juga tersedia banyak penginapan kelas melati dan homestay. Nah itu dia sedikit informasi tentang trunyan, semoga bisa menambah wawasan tentang tempat wisata yang ada di Bali

promohotel
  • Bagikan