Mendaki Gunung Agung, Pilih Jalur Pendakian Aman Ini

  • Bagikan
Mount Gunung Agung trekking, Pilih Jalur Pendakian Aman Ini

Memilih Paket Mendaki Gunung Agung tentunya akan memberi kemudahan dalam menyusun rencana pendakian anda ke Gunung Agung. Gunung Agung merupakan gunung berapi yang masih aktif dengan ketinggian 3142 meter dari permukaan laut.

Ini merupakan gunung tertinggi di Bali yang berada di kecamatan Rendang Karangasem, Bali. Dan menjadi gunung terpopular ke dua setelah gunung batur sebagai medan pendakian gunung di Bali.

Tentang Gunung Agung Bali

Gunung Agung Bali sebagai pucuk gunung paling tinggi dari pulau Dewata ini. Yang merupakan gunung berapi paling tua dan sebagai induk dari gunung berapi lainnya dengan ketinggian 3142 mdpl.

Selain itu, Gunung Agung sendiri sebagai gunung berapi dengan type stratovolcano. Di mana di gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan dalam.

Sampai sekarang ini gunung yang paling disucikan untuk umat Hindu yang ada di Bali masih sebagai gunung berapi aktif. Bahkan juga sering juga kawah dari gunung ini keluarkan asap dan uap air.

Di lereng barat gunung Agung ada pura paling besar di Bali yang dikenali dengan panggilan pura Besakih. Bila kita menyaksikan dari Pura Besakih, gunung ini terlihat istimewa dengan wujud kerucut lancip yang demikian prima.

Walaupun dari beragam segi memiliki bentuk terlihat lancip, namun sebetulnya wujud dari pucak gunung ini ialah memanjang. Selanjutnya di ujung usai pada kawah yang melingkar dan lebar.

Tingkat kesulitan Pendakian

Mendaki Gunung Agung di kategorikan sebagai aktivitas pendakian tersulit bagi Pemula. Karena waktu yang di butuhkan kurang lebih 4 sampai 7 jam perjalanan tergantung Jalur Pendakian Gunung Agung yang anda pilih.

Berjalan di tengah kegelapan malam melewati hutan tanpa pantauan orang yang mengerti tentang situasi pendakian adalah hal yang bisa membuat nyali kita menjadi ciut. Apalagi situasi yang baru bagi kita.

Di kategorikan sebagai salah satu gunung yang disucikan yang memiliki kesakralan yang tinggi sangat riskan untuk anda untuk para pendaki. Tidak jarang para pendaki kehilangan arah.

Mendaki Gunung Agung Tanpa Guide, apakah mungkin?

Mendaki Gunung Agung, Pilih Jalur Pendakian Aman Ini

Untuk aktivitas petualangan ini anda di sarankan menggunakan guide lokal. Karena jalur pendakian yang panjang dan bisa dikatakan menbingungkan bagi pendaki pemula yang ingin melakukan pendakian ke gunung agung ini.

Di samping itu anda akan merasa aman bersama orang yang mengerti dan paham dengan seluk beluk gunung Agung ini. Jadi guide bisa melihat kondisi para pendaki saat melakukan pendakian melewati jalur yang panjang, terjal, licin dan berbatu.

Pesatuan guide gunung agung ini sangat kompak, ini bisa kita lihat pada saat ada kejadian mereka akan mengontak satu sama lainya untuk memastikan keselamatan para pendaki yang mereka handle.

Selain itu juga, guide sangat mengerti tentang jalur yang akan kita lewati selama 5 sampai 7 jam berjalan di dalam kegelapan hutan belantara.

Walau mungkin satu dari kalian pernah mendaki ke gunung Agung sebelumnya. Tetapi perlu pertimbangkan dengan matang bila kalian ingin mendaki gunung Agung tanpa memakai jasa guide.

Semenjak ada kejadian hilangnya beberapa pendaki yang mencoba mendaki gunung agung tanpa guide bulan Mei 2009. Karena itu, setiap pendak Gunung Agung diwajibkan menggunakan guide.

Jalur Pendakian Gunung Agung

Bila anda berencana mendaki Gunung Agung Bali, ketahui dulu jalur mana yang akan anda pilih. Setiap jalur yang anda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Untuk jalur pendakian gunung Agung ini ada 3 lajur pendakian yang dapat di pilih.

Tiga lajur pendakian gunung Agung yakni : Jalur Pura Pasar Agung, Jalur Pura Besakih dan Lajur Dari Budakeling Melalui Nangka.

Namun saat ini yang aktif digunakan bagi para pendaki dan anjuran dari pemandu lokal hanya 2 jalur pendakian, Diantaranya mendaki lewat Pura Pasar Agung dan Pura Besakih. Berikut ini adalah tingkat kesulitan, kelebihan dan kekurangan 2 jalur pendakian gunung Agung

1. Jalur Pendakian Gunung Agung via Pura Pasar Agung

Mendaki Gunung Agung, Pilih Jalur Pendakian Aman Ini
Start Point Pendakian Gunung Agung via Pura Pasar Agung

Ini adalah salah satu jalur pendakian yang lebih mudah dengan jarak dan waktu pendek. Karena itu mendaki gunung Agung lewat lajur ini sebagai yang paling di rekomendasikan.

Tetapi karena lokasinya terbilang jauh, maka yang biasa menggunakan jalur ini adalah mereka yang sedang bermalam di kawasan wisata karangasem, seperti desa tebola sidemen

Menggunakan jalur ini, kita membutuhkan waktu 4 sampai 5 jam dari start point sampai puncak ke-2 dari gunung Agung dengan ketinggian 2.850 mdpl.

Untuk start point jalur pendakian via Pura Pasar Agung ini berada di kaki gunung sisi selatan, persisnya di kecamatan Selat kabupaten Karangasem dengan basecamp di Pura Pasar Agung melalui pasar Selat.

2. Jalur Pendakian Gunung Agung via Pura Besakih

Mendaki Gunung Agung, Pilih Jalur Pendakian Aman Ini
Start Point Pendakian Gunung Agung Via Pura Besakih

Sedangkan jalur pendakian via Pura Besakih ini berada di kaki gunung Agung sisi barat daya. Lokasinya sangat dekat bila di jangkau dari tempat wisata gianyar seperti Ubud dan sekitarnya. Anda cuma membutuhkan waktu 50 menit dari pusat Ubud.

Namun bila anda sedang berada di kawasan tempat wisata bangli seperti kintamani anda cuma memerlukan waktu 35 menit menuju basecamp Ini.

Selain itu, jalur pendakian ini merupakan lajur pendakian yang umum dipakai. Lokasi basecamp pendakian dari lajur ini ialah di pura Pengubengan, desa Besakih kecamatan Rendang, Karangasem Bali.

Waktu yang di butuhkan dari start point menuju puncak gunung agung sekitar 6 sampai 7 jam perjalanan. Ketinggian puncak gunung ini lebih tinggi dari pada jalur pendakian via pasar agung. Ini merupakan puncak pertama dengan ketinggian 3.142 mdpl.

Bila anda ingin melihat panorama yang lebih sempurna maka gunkanlah jalur ini, tetapi perlu diketahui bahwa durasi waktu pendakian cukup panjang. Persiapkan matang perlu di jaga, seperti kondisi fisik dan persiapkan perbekalan minuman dan makanan yang cukup ya.

Harga Tiket dan Guide Mendaki Gunung Agung.

Mengenai biaya guide mendaki gunung agung ini jauh lebih mahal daripada guide mendaki gunung Batur. Harga paket mendaki gunung Agung biasanya tergantung perusahan penyedia layanan pendakian gunung agung yang anda pilih.

Tetapi bila anda berencana mendaki gunung agung ada baiknya anda mengajak teman untuk menekan biaya guide gunung agung. Karena harga yang akan di bayar bisa di bagi dengan teman-teman anda.

Untuk 1 guide bisa menghandle 5 orang pendaki dengan harga per guide 500rb sampai 850rb. Jadi anda bisa membaginya sesuai jumblah group anda saat pendakian.

Harga tiket mendaki gunung Agung sebetulnya relatif murah, per orang cuma di kenakan Rp. 25.000. Ini dibayarkan pada saat masuk kawasan cagar alam (Ticket BKSDA). Untuk ticket itu bisa kalian beli ke setiap pos pendakian yang telah disiapkan.

Sedangkan biaya sewa guide gunung Agung lewat lajur pura Besakih (lajur paling panjang) umumnya antara Rp.700.000 sampai Rp. 850.000 untuk setiap guide atau pemandunya. Bila anda menggunakan jalur ini.

Untuk lajur pendakian lewat pura pasar Agung harga sewa guidenya sekitar di antara Rp. 500.000 sampai Rp. 650.000. Harga sewa umumnya sesuai jumlah peserta dalam sekali pendakian.

Nah itu dia sedikit informasi tentang tips mendaki gunung Agung Bali, Semoga bisa menambah informasi dan bisa merencanakan aktivitas ini sesuai budget anda.

Baca Juga : Gunung Abang Bali – Jalur Pendakian, Lokasi dan Rute Aman

promohotel
  • Bagikan